Problem menjalankan dosemu di Fedora 8 keatas

April 17th, 2009

Masih membutuhkan dosemu di GNU/Linux OS untuk menjalankan program-program DOS lama? Mulai Fedora 8 yang ter-update (juga Ubuntu dan variasinya dengan kernel yang baru) kernelnya, dosemu tidak mau dijalankan lagi. Pesan error kalau dijalankan via terminal adalah sebagai berikut:

LOMRAM mmap: Invalid argument
Segmentation fault

Hal ini disebabkan dosemu tidak bisa mengakses low memory yang dibutuhkannya. Kenapa pada kernel yang lama masih bisa jalan? Ternyata mulai kernel tertentu yang lebih baru akses ke low memory diproteksi. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan masalah sekuritas dimasa datang yang mengeksploitasi low memory ini.

Dimana file yang mengatur proteksi ini? Untuk mengecek apakah low memory diproteksi atau tidak silahkan lihat file /proc/sys/vm/mmap_min_addr, misalkan dengan perintah cat. Kalau hasilnya 65536 berarti low memory diproteksi, kalau 0 berarti tidak. Dengan merubah isi file ini menjadi 0 sudah bisa menjalankan dosemu kembali, tetapi setiap menghidupkan komputer file ini akan berisi 65536 kembali. Bagaimana caranya supaya perubahan menjadi permanen?

Untuk fedora tambahkan baris berikut:

vm.mmap_min_addr = 0

pada file /etc/sysctl.conf

Begitu saja, dan pada saat menghidupkan komputer file /proc/sys/vm/mmap_min_addr akan berisi 0 terus dan dosemu akan bisa berjalan lancar. Untuk perubahan di Ubuntu dan turunannya bisa dilihat di blog-nya High-Tech Rojak

free software world ,

[Seri HA 0] Kloning Sistem

February 23rd, 2009

Apa hubungannya HA (High Availability) dengan kloning sistem? He.. he.. he.., saya ingin memasang HA ini di mesin virtual dulu, semacam simulasi dulu lah, baru nanti pasang di mesin sebenarnya. Ada beberapa catatan untuk mengkloning sistem di mesin virtual ini, dan ada yang berlaku juga apabila kita ingin menginstal sistem operasi dengan cara menyalin partisi. Mesin virtual yang digunakan adalah VirtualBox keluaran SUN. Ingin mencoba juga dengan qemu, tapi itu nanti dulu lah.

Kita mulai dengan membuat mesin virtual di VirtualBox dan menginstall sistem operasi, yang saya gunakan disini adalah Fedora 10. Setelah lengkap software-software yang terinstall, kita kloning hardisk virtualnya untuk dipakai di mesin virtual kedua. VirtualBox sebenarnya menyediakan alat untuk mengkloning hardisk virtual, perintahnya:

[hansen@hansen ~]$ VBoxManage clonehd HB1.vdi HB2.vdi

Tapi sayangnya hasil kloning dengan cara seperti itu menghasilkan hardisk virtual yang korup dan belum bisa dipakai (tiket 2813) dan berdasarkan tiket diatas bug tersebut sudah diperbaiki untuk rilis selanjutnya. Tetapi untungnya ada solusi yang dituliskan di komentar bug diatas. Kopi saja virtual hardisk yang sudah terinstall lengkap dan rubah uuid dari virtual hardisk hasil kopian dengan perintah:

[hansen@hansen ~]$ VBoxManage internalcommands sethduuid HB2.vdi

Mengapa semua perintah diatas diperlukan? Karena hardisk virtual mempunyai uuid unik untuk tiap filenya dan VirtualBox tidak bisa memakai hardisk virtual yang mempunyai uuid sama. Setelah beres, hardisk virtual kedua siap dipasang untuk mesin virtual kedua. Nyalakan mesin virtual kedua dan ternyata ada beberapa pernak-pernik kecil yang masih perlu dibenahi didalam sistemnya. Pembenahan ini bisa dilakukan juga untuk penginstallan sistem operasi dengan cara menyalin partisi hardisk.

Yang penting untuk dirubah: host key dari ssh server. Sistem hasil kloning akan mempunyai host key ssh server sama persis dengan master-nya. Hal ini harus dirubah demi keamanan dan host key ssh server tidak boleh sama untuk setiap mesin. Caranya ternyata gampang, di generate ulang. Fedora (atau ssh server) akan membuat host key saat pertama kali dijalankan. Nah dimana file-file host key tersebut? File-file tersebut berada di /etc/ssh/

[hansen@hansen ~]$ ll /etc/ssh/
total 160
-rw------- 1 root root 125811 2008-10-17 15:44 moduli
-rw-r--r-- 1 root root   1964 2008-10-17 15:44 ssh_config
-rw------- 1 root root   3711 2008-10-17 15:44 sshd_config
-rw------- 1 root root    668 2008-08-21 14:52 ssh_host_dsa_key
-rw-r--r-- 1 root root    590 2008-08-21 14:52 ssh_host_dsa_key.pub
-rw------- 1 root root    963 2008-08-21 14:52 ssh_host_key
-rw-r--r-- 1 root root    627 2008-08-21 14:52 ssh_host_key.pub
-rw------- 1 root root   1675 2008-08-21 14:52 ssh_host_rsa_key
-rw-r--r-- 1 root root    382 2008-08-21 14:52 ssh_host_rsa_key.pub

File-file yang di generate adalah ssh_host* Jadi hapus saja file-file tersebut agar nanti waktu ssh server dijalankan akan men-generate lagi. Sebelum menghapus matikan dulu service sshd dengan perintah ’service sshd stop’, setelah itu hapus file ssh_host* tersebut dan jalankan lagi service sshdnya. Viola, akan ada file ssh_host* yang baru dan berbeda dengan ssh_host* dari master.

Yang tidak terlalu penting tapi menggelitik saja: kartu jaringan mesin virtual kedua penomorannya tidak dimulai dari 0 (eth0). Kenapa begitu? Fedora (udev tepatnya) ternyata merekan penomoran kartu jaringan yang dikaitkan dengan MAC address suatu kartu jaringa. Jadi praktis nomor 0 adalah milik kartu jaringan pertama dari master (no seterusnya juga kalau di master ada lebih dari satu kartu jaringan). Kapan dan dimana rekamannya? Saat pertama kali boot dan tertulis di file 70-persisten-net.rules di folder /etc/udev/rules.d Coba kita lihat isi file tersebut:

[hansen@hansen ~]$ cat /etc/udev/rules.d/70-persistent-net.rules

# This file was automatically generated by the /lib/udev/write_net_rules
# program run by the persistent-net-generator.rules rules file.
#
# You can modify it, as long as you keep each rule on a single line.

# Silicon Integrated Systems [SiS] SiS900 PCI Fast Ethernet (rule written by anaconda)
SUBSYSTEM=="net", ACTION=="add", DRIVERS=="?*", ATTR{address}=="00:19:21:6e:72:43", ATTR{type}=="1", KERNEL=="eth*", NAME="eth0"

Dua baris terakhir adalah rekaman tersebut, jadi hapus saja kedua baris terakhir dan boot ulang (ugh.. kenapa harus boot ulang? Mungkin resart service-nya udev bisa juga, belum coba)

Nah dua mesin virtual sudah siap untuk di-setup sebagai HA! Lanjut ke seri 1.

IT world , ,

Fedora 7 meet Presario V3320TU

July 16th, 2007

Sudah lama saya pengen punya laptop yang diinstall Fedora. Dan akhirnya saya dapat juga kesempatan itu, Compaq Presario V3320TU belum lama bisa saya dapatkan ;-) Saatnya mencoba apa saja yang jalan dengan mulus kalau diinstall Fedora 7 dan hardware apa saja yang masih belum mau jalan.
Read more…

rest of the world

7 langkah mudah instalasi PBX software dan VOIP server (asterisk)

December 5th, 2006

Ingin punya PBX software atau VOIP server sendiri? Mudah, ikuti 7 langkah instalsinya berikut ini. Saya menggunakan Fedora Core 6, yang versi 5 juga bisa. Anda harus sudah terbiasa menggunakan command line (kalau ingin menginstall server software di GNU/Linux tentunya sudah) dan perintah-perintah dibawah semua menggunakan user root.

  1. Download asterisk dan asterisk-addons di ATrpms. Kalau anda sudah mengkonfigurasi repositori ATrpms dalam yum anda tinggal melakukan perintah ‘yum install asterisk asterisk-addons’ saja dan langkah kedua dan ketiga bisa diabaikan.
  2. Intall dulu dependensi yang diperlukan, software-software ini ada di repositori extras-nya Fedora Core:
    # yum install zaptel zaptel-lib libpri
  3. Setelah itu baru install asterisk dan asterisk-addons:
    # cd /tempat-download-asterisk/
    # rpm -Uvh asterisk-1.2.13-30.fc6.at.i386.rpm \
    asterisk-addons-1.2.5-12.fc6.at.i386.rpm
  4. Coba test apakah asterisk bisa berjalan:
    # service asterisk start
    Starting asterisk: [ OK ]
    Kalau keluar [ OK ] berarti asterisk bisa berjalan dengan baik.
  5. By default asterisk akan dijalankan waktu komputer dinyalakan, kalau anda ingin mengubahnya menjadi manual bisa diseting dengan chkconfig:
    # chkconfig asterisk off
  6. Konfigurasi! Untuk lebih detailnya bisa baca ‘Manual Asterisk IP PBX‘ tulisannya Anton Raharja atau ‘Instalasi Minimal Asterisk‘ tulisannya pak Onno.
  7. Setelah melakukan perubahan jangan lupa me-reload asterisk service, kalau tidak puas dengan reload bisa juga restart ;-)
    # service asterisk reload
    atau
    # service asterisk restart

Jadilah PBX software sekaligus VOIP server anda! Selamat menikmati..

Update: dapat ijin dari pak Onno untuk upload dokumennya.

IT world, free software world

Tidak punya CD Burning mau install Fedora? Gak masalah!

December 1st, 2006

Yup, betul. Kita bisa install Fedora dengan file-file .iso yang kita download. Walaupun anda mempunyai CD/DVD burning dan ingin membakar CD atau DVD, install melalui file .iso yang ada di hardisk tetap menarik karena jauh lebih cepat. Gak sampai setengah jam Fedora baru anda telah siap! Anda cuma punya partisi fat32? Juga bisa.

Yang perlu disiapkan:

  • Boot loader yang dipakai adalah GRUB. Kalau sebelumnya anda sudah mempunyai salah satu distro GNU/Linux biasanya boot loadernya sudah GRUB. Kalau belum, bisa bikin boot disk yang akan menjalankan GRUB terlebih dahulu. Minta tolong teman yang sudah pakai GRUB dan jalankan perintah-perintah ini:
    Masuk ke folder grub
    # cd /boot/grub/
    Siapkan disket, periksa apakah ada file stage1 dan stage2 di folder ini. Lanjutkan..
    # dd if=stage1 of=/dev/fd0 bs=512 count=1
    # dd if=stage2 of=/dev/fd0 bs=512 seek=1
    Dan siaplah disket GRUB-nya.
  • File .iso dari Fedora baik CD iso ataupun DVD iso. Letakkan dalam satu folder dan tulis letaknya. Oh ya, partisi tempat dimana iso itu berada harus diingat juga dan lakukan konversi untuk perintah di GRUB. Misalnya ada dipartisi /dev/hda4, konversinya (hd0,3). Kalau di /dev/hdb6 konversinya (hd1,5). Untuk di windows kalau di drive C biasanya dikonversi ke (hd0,0), tapi kalau di drive D biasanya dikonversi ke (hd0,4).
  • File-file yang diperlukan untuk booting ke Fedora installer, file-file ini bisa diambil dari CD1 file iso atau dari DVD, satu folder yang bernama isolinux. Bisa juga di-download dari mirror-nya Fedora.

Yak, itu saja. Ada lagi dink, keingintahuan dan backup data-data yang ada di hardisk anda tentunya. Kalau semua sudah, ayo kita mulai… Read more…

IT world, free software world

Dewan TIK & Microsoft

November 17th, 2006

Setelah salah satu pentolan Microsoft pusat datang menemui SBY, dia langsung diajak masuk ke dewan tersebut. Saya baca-baca sekilas siapa-siapa saja anggotanya kok tidak melihat penggiat free software ada diantaranya. Yang ada paling pejabat-pejabat yang sepertinya mendukung free software tapi saya meragukannya karena siapa bisa pegang omongan politikus ;-)

Menurut ketua dewan TIK, akan dilakukan pelegalan software2 yang dipakai pemerintah. Untuk Ristek dan PTN akan dikembangkan IGOS (ini OS atau apa?) sedangkan diluar itu akan dibicarakan dengan pemilik Hak Intelektual (dalam hal ini pasti MS).

Sepertinya kesempatan free software masuk ke pemerintah semakin kecil, tetapi bisa dimengerti manakala kita bayangkan kalau pejabat pemerintah yang menggunakan free software pasti tidak dapat persenan dari pemakaian software, jadi mereka pasti anti ;-)

Atau saya ketinggalan info?

rest of the world

Indonesia dan Open Standards

June 5th, 2006

Sebetulnya Indonesia sudah punya IGOS, tetapi gaungnya tidak terlalu terdengar. Seperti yang menristek bilang implementasi IGOS cenderung lambat atau bahkan masih sekedar lip service. Apakah perlu adanya peraturan yang lebih kuat untuk implentasi tersebut? Mungkin akan banyak pihak yang tidak setuju, terutama dari vendor propertiary software. Dan mungkin ada benarnya juga karena hal itu tidak memberikan kesempatan yang sama kepada semua pihak.

Ada jalan lain sebenarnya, seperti yang sedang diproses oleh pemerintah/parlemen Denmark untuk menerapkan open standard terhadap software-software yang dipakai untuk keperluan publik. Dengan cara seperti ini vendor propertiary tidak bisa menghindar untuk mengadopsi open standard. Kalau open standard sudah diterapkan, maka pengguna bisa lebih leluasa menentukan software yang akan dipakai, tidak tergantung pada satu vendor saja.

Tentu kita bisa berdebat bahwa dokumen yang dibuat dengan Words sekarang bisa dibuka dengan OpenOffice.org, jadi tidak perlu lagi hal semacam itu. Untuk saat ini memang benar, tetapi untuk versi Words selanjutnya yang memakai format baru akankah OpenOffice.org bisa mendukung? Hal ini bukan masalah teknis, lebih ke masalah legal karena akan ada perdebatan hukum tentang legalkah kalau OpenOffice.org dan word processor yang lain mendukung format baru Words.

Jadi, saya mengharapkan agar pemerintah kita bisa sebanyak mungkin menggunakan open standard agar ke depan kita tidak terlalu bergantung kepada vendor tertentu.

IT world, free software world

Demo ala RMS (FSF Founder)

May 1st, 2006

RMS melakukan demonstrasi dan demonya sangat kontras jika dibandingkan dengan demo-demo yang ada di Indonesia. Dari artikel di fsf ini kita bisa lihat bagaimana gaya dia dalam memprotes sesuatu dengan cara-cara yang elegan. Cukup dengan membawa kertas putih bertuliskan sesuatu yang dimaksud dan membagi-bagikan selebaran yang sama isinya ke peserta seminar, dia cukup mendapatkan perhatian yang diperlukan untuk menyampaikan maksudnya. Tidak perlu berteriak-teriak, tidak perlu berorasi sampai mulut berbusa, tidak perlu mengerahkan massa (yang kadang kita harus mengeluarkan duit untuk mendapatkannya), cukup berdiri sembil memegangi pamflet dan mendengarkan seminar. Read more…

IT world, free software world, social and politic world

Miss Ara

October 7th, 2005

Ugh.., almost 1 month we seperated, miss her so much :(
Ara at Rika's home

family world