<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>cruel world</title>
	<atom:link href="http://hansen.alfansa.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hansen.alfansa.org</link>
	<description></description>
	<pubDate>Mon, 16 Jul 2007 11:54:50 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Fedora 7 meet Presario V3320TU</title>
		<link>http://hansen.alfansa.org/2007/07/16/fedora-7-meet-presario-v3320tu/</link>
		<comments>http://hansen.alfansa.org/2007/07/16/fedora-7-meet-presario-v3320tu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jul 2007 11:54:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hansen</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[rest of the world]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hansen.alfansa.org/2007/07/16/fedora-7-meet-presario-v3320tu/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama saya pengen punya laptop yang diinstall Fedora. Dan akhirnya saya dapat juga kesempatan itu, Compaq Presario V3320TU belum lama bisa saya dapatkan  Saatnya mencoba apa saja yang jalan dengan mulus kalau diinstall Fedora 7 dan hardware apa saja yang masih belum mau jalan.

Karena saya mencoba mencari sebanyak mungkin komponen hardware yang bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lama saya pengen punya laptop yang diinstall Fedora. Dan akhirnya saya dapat juga kesempatan itu, Compaq Presario V3320TU belum lama bisa saya dapatkan <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> Saatnya mencoba apa saja yang jalan dengan mulus kalau diinstall Fedora 7 dan hardware apa saja yang masih belum mau jalan.<br />
<span id="more-11"></span><br />
Karena saya mencoba mencari sebanyak mungkin komponen hardware yang bisa jalan tanpa susah payah men-setting, maka laptop Compaq ini memang sebagian besar komponen hardware-nya bisa dikenali dan dipakai dengan baik pada Fedora 7. Berikut list-nya:</p>
<ul>
<li>Video: laptop ini memakai Intel 945GM dan sejauh ini saya pikir chip Intel saja (chip yang baru tentunya) yang disupport dengan baik driver free software-nya. Jadi video-nya &#8216;just work&#8217; dan 3D-nya juga ok. Fancy desktop via AIGLX-compiz atau beryl jalan dengan baik</li>
<li>DVD-RW, gak masalah, dapat membaca (tentu saja!) dan menulis dengan baik</li>
<li>Wireless, chip yang dipakai adalah Intel PRO/Wireless 3945ABG. Dan sepertinya lagi-lagi Intel emang suporter free software yang baik <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> Jalan dengan bagus. Tinggal aktifin NetworkManager service-nya dan langsung mencari hotspot yang ada. Hanya ada satu masalah kecil berkaitan dengan wireless ini, switch on-off-nya tidak jalan. Jadi kalau waktu booting switch dalam keadaan off setelah booting tidak bisa di-on-kan, harus reboot. Saya belum tau pemecahannya. Tapi hal ini bukan berkaitan dengan chip wireless-nya, ini masalah input/keyboard problem</li>
<li>Bluetooth, &#8216;just work&#8217; juga. Yang ini tidak terkena efek switch wireless-nya walaupun switch on-off wireless berkaitan dengan wifi dan bluetooth. Coba konek HP LG KG300 dan presto.. nautilus/file manager bisa mentransfer file dari komputer ke HP</li>
<li>Apalagi ya&#8230;, networking! Pakai chip Intel juga, PRO/100 VE dan &#8216;just work&#8217; juga</li>
<li>Laptop ini ada card readernya, coba masukin SD card dan langsung otomatis nongol icon-nya di desktop, kalau SD ini isinya dari kamera, Fedora langsung menawarkan import foto! I love how this GNU/Linux way! <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>USB gak ada masalah, another &#8216;just work&#8217;</li>
<li>Firewire (IEEE 1394), sepertinya dikenali tetapi karena saya tidak punya device yang menggunakan ini jadi tidak bisa mengujinya <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> anyway, saya mungkin tidak akan memakainya <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Audio, chipnya Intel juga, dikenali sebagai 82801G (ICH7 Family) High Definition Audio, dikenali dengan baik juga. Cuma sayang mic-nya belum jalan. Waktu saya coba Ubuntu 7.04 mic bisa jalan. Jadi ini Fedora problem. Agak &#8216;just work&#8217; <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Modem, ini yang susah. Kebanyakan laptop memakai soft-modem dan itu sangat bermasalah karena vendor hanya support win family untuk driver-nya. Googling sana-sini katanya yang ini bisa jalan tetapi saya belum nemu celahnya untuk mbikin dia bekerja</li>
<li>ExpressCard, sepertinya dikenali juga, tetapi lagi2 karena gak punya device yang konek pakai ini ya gak bisa membuktikan <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Hibernate/Suspend, harusnya &#8216;just work&#8217; tapi sayang dengan kernel yang ada sekarang hanya hibernate yang &#8216;just work&#8217;, suspend masih bermasalah tapi dengan kernel versi dev bisa support, bonusnya mic juga jalan <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </li>
</ul>
<p>Feww&#8230; panjang juga list-nya, all in all, Fedora meet Presario V3320TU sebagian besar &#8216;just work&#8217; <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> Untuk saat ini buat yang pengen cari laptop dan menginstall GNU/Linux rekomendasi saya adalah cari vga-nya Intel, wireless juga Intel, ethernet bebas lah.., CD/DVD juga gak problem mau merek apa saja, audio susah untuk milih, jadi ya berdoa saja supaya &#8216;just work&#8217; <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> Tapi dari baca sana-sini lebih banyak yang gak masalah. Kalau modem ya itu tadi, out of luck.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hansen.alfansa.org/2007/07/16/fedora-7-meet-presario-v3320tu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>7 langkah mudah instalasi PBX software dan VOIP server (asterisk)</title>
		<link>http://hansen.alfansa.org/2006/12/05/7-langkah-instalasi-asterisk/</link>
		<comments>http://hansen.alfansa.org/2006/12/05/7-langkah-instalasi-asterisk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Dec 2006 02:49:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hansen</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT world]]></category>

		<category><![CDATA[free software world]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hansen.alfansa.org/2006/12/05/7-langkah-mudah-untuk-instalasi-pabx-software-dan-voip-server-asterisk/</guid>
		<description><![CDATA[Ingin punya PBX software atau VOIP server sendiri? Mudah, ikuti 7 langkah instalsinya berikut ini. Saya menggunakan Fedora Core 6, yang versi 5 juga bisa. Anda harus sudah terbiasa menggunakan command line (kalau ingin menginstall server software di GNU/Linux tentunya sudah) dan perintah-perintah dibawah semua menggunakan user root.

Download asterisk dan asterisk-addons di ATrpms. Kalau anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ingin punya PBX software atau VOIP server sendiri? Mudah, ikuti 7 langkah instalsinya berikut ini. Saya menggunakan Fedora Core 6, yang versi 5 juga bisa. Anda harus sudah terbiasa menggunakan command line (kalau ingin menginstall server software di GNU/Linux tentunya sudah) dan perintah-perintah dibawah semua menggunakan user root.</p>
<ol>
<li>Download <a title="asterisk 1.2.13" href="http://dl.atrpms.net/all/asterisk-1.2.13-30.fc6.at.i386.rpm">asterisk</a> dan <a title="asterisk-addons 1.2.5" href="http://dl.atrpms.net/all/asterisk-addons-1.2.5-12.fc6.at.i386.rpm">asterisk-addons</a> di ATrpms. Kalau anda sudah mengkonfigurasi repositori ATrpms dalam yum anda tinggal melakukan perintah &#8216;yum install asterisk asterisk-addons&#8217; saja dan langkah kedua dan ketiga bisa diabaikan.</li>
<li>Intall dulu dependensi yang diperlukan, software-software ini ada di repositori extras-nya Fedora Core:<br />
<code> # yum install zaptel zaptel-lib libpri </code></li>
<li>Setelah itu baru install asterisk dan asterisk-addons:<br />
<code> # cd /tempat-download-asterisk/<br />
# rpm -Uvh asterisk-1.2.13-30.fc6.at.i386.rpm \<br />
asterisk-addons-1.2.5-12.fc6.at.i386.rpm </code></li>
<li>Coba test apakah asterisk bisa berjalan:<br />
<code> # service asterisk start<br />
Starting asterisk:                                         [  OK  ]<br />
</code> Kalau keluar [  OK  ] berarti asterisk bisa berjalan dengan baik.</li>
<li>By default asterisk akan dijalankan waktu komputer dinyalakan, kalau anda ingin mengubahnya menjadi manual bisa diseting dengan chkconfig:<br />
<code> # chkconfig asterisk off </code></li>
<li>Konfigurasi! Untuk lebih detailnya bisa baca &#8216;<a title="Manual Asterisk IP PBX" href="http://www.voiprakyat.or.id/?inc=files&#038;file=manual-ippbx-asterisk-fundamental1.pdf">Manual Asterisk IP PBX</a>&#8216; tulisannya Anton Raharja atau &#8216;<a onmousedown="selectLink(9);" id="p9" href="http://hansen.alfansa.org/wp-content/uploads/2006/12/instalasi-asterisk-minimal-10-2006.pdf">Instalasi Minimal Asterisk</a>&#8216; tulisannya pak Onno.</li>
<li>Setelah melakukan perubahan jangan lupa me-reload asterisk service, kalau tidak puas dengan reload bisa juga restart <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /><br />
<code> # service asterisk reload<br />
</code> atau<br />
<code> # service asterisk restart<br />
</code></li>
</ol>
<p>Jadilah PBX software sekaligus VOIP server anda! Selamat menikmati..</p>
<p>Update: dapat ijin dari pak Onno untuk upload dokumennya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hansen.alfansa.org/2006/12/05/7-langkah-instalasi-asterisk/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak punya CD Burning mau install Fedora? Gak masalah!</title>
		<link>http://hansen.alfansa.org/2006/12/01/install-fedora-dari-hardisk/</link>
		<comments>http://hansen.alfansa.org/2006/12/01/install-fedora-dari-hardisk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Dec 2006 12:06:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hansen</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT world]]></category>

		<category><![CDATA[free software world]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hansen.alfansa.org/2006/12/01/tidak-punya-cd-burning-mau-install-fedora-gak-masalah/</guid>
		<description><![CDATA[Yup, betul. Kita bisa install Fedora dengan file-file .iso yang kita download. Walaupun anda mempunyai CD/DVD burning dan ingin membakar CD atau DVD, install melalui file .iso yang ada di hardisk tetap menarik karena jauh lebih cepat. Gak sampai setengah jam Fedora baru anda telah siap! Anda cuma punya partisi fat32? Juga bisa.
Yang perlu disiapkan:

Boot [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yup, betul. Kita bisa install Fedora dengan file-file .iso yang kita download. Walaupun anda mempunyai CD/DVD burning dan ingin membakar CD atau DVD, install melalui file .iso yang ada di hardisk tetap menarik karena jauh lebih cepat. <em>Gak</em> sampai setengah jam Fedora baru anda telah siap! Anda cuma punya partisi fat32? Juga bisa.</p>
<p>Yang perlu disiapkan:</p>
<ul>
<li>Boot loader yang dipakai adalah GRUB. Kalau sebelumnya anda sudah mempunyai salah satu distro GNU/Linux biasanya boot loadernya sudah GRUB. Kalau belum, bisa bikin boot disk yang akan menjalankan GRUB terlebih dahulu. Minta tolong teman yang sudah pakai GRUB dan jalankan perintah-perintah ini:<br />
Masuk ke folder grub<br />
<code> # cd /boot/grub/<br />
</code> Siapkan disket, periksa apakah ada file stage1 dan stage2 di folder ini. Lanjutkan..<br />
<code> # dd if=stage1 of=/dev/fd0 bs=512 count=1<br />
# dd if=stage2 of=/dev/fd0 bs=512 seek=1<br />
</code>Dan siaplah disket GRUB-nya.</li>
<li>File .iso dari Fedora baik CD iso ataupun DVD iso. Letakkan dalam satu folder dan tulis letaknya. Oh ya, partisi tempat dimana iso itu berada harus diingat juga dan lakukan konversi untuk perintah di GRUB. Misalnya ada dipartisi /dev/hda4, konversinya (hd0,3). Kalau di /dev/hdb6 konversinya (hd1,5). Untuk di windows kalau di drive C biasanya dikonversi ke (hd0,0), tapi kalau di drive D biasanya dikonversi ke (hd0,4).</li>
<li>File-file yang diperlukan untuk booting ke Fedora installer, file-file ini bisa diambil dari CD1 file iso atau dari DVD, satu folder yang bernama isolinux. Bisa juga di-download dari mirror-nya Fedora.</li>
</ul>
<p>Yak, itu saja. Ada lagi dink, keingintahuan dan backup data-data yang ada di hardisk anda tentunya. Kalau semua sudah, ayo kita mulai&#8230; <span id="more-7"></span></p>
<p>Booting ke GRUB dan masuk ke command line-nya GRUB. Kalau boot pakai floppy biasanya langsung masuk ke command line. Kalau pakai GRUB yang sudah ada langsung tekan &#8216;c&#8217; untuk masuk ke command line</p>
<p>Setelah masuk command line, ketikkan perintah-perintah berikut tergantung dari persiapan kita sebelumnya:</p>
<p><code> # root (hd0,0)<br />
</code>folder disini dimisalkan isolinux, kalau berbeda silahkan sesuaikan</p>
<p><code> # kernel /isolinux/vmlinuz<br />
# initrd /isolinux/initrd.img<br />
# boot<br />
</code></p>
<p>Selanjutnya instalasi Fedora akan dimuali. Pertama-tama akan diminta setting language dan keyboard. Selanjutnya pilih media Hardisk untuk tempat media instalasinya. Disini akan didaftar partisi yang tersedia dan pilihlah partisi tempat kita menyimpan file-file iso. Selanjutnya  kita tulis folder tempat menyimpannya, misal /fc6iso.</p>
<p>Dan&#8230; lanjutkan proses instalasi seperti menge-set partisi, memilih software-software sampai tiba saat proses instalasi Fedora mulai meng-install sofware-software. Sampai saatnya ada konfirmasi mulai menulis ke hardisk kita masih bisa kembali ke langkah-langkah sebelumnya dan belum ada perubahan apa-apa dikomputer kita.</p>
<p>Begitu mulai men-ginstall  macam-macam software tinggal saja ke dapur bikin kopi atau teh atau nonton tv atau baca buku dan kembali lagi setengah jam-an. Fedora telah siap&#8230; Gak perlu ganti-ganti CD, gak perlu setting lagi, tinggal boot dan siap pakai&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hansen.alfansa.org/2006/12/01/install-fedora-dari-hardisk/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dewan TIK &#038; Microsoft</title>
		<link>http://hansen.alfansa.org/2006/11/17/dewan-tik-microsoft/</link>
		<comments>http://hansen.alfansa.org/2006/11/17/dewan-tik-microsoft/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Nov 2006 12:05:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hansen</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[rest of the world]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hansen.alfansa.org/2006/11/17/dewan-tik-microsoft/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah salah satu pentolan Microsoft pusat datang menemui SBY, dia langsung diajak masuk ke dewan tersebut. Saya baca-baca sekilas siapa-siapa saja anggotanya kok tidak melihat penggiat free software ada diantaranya. Yang ada paling pejabat-pejabat yang sepertinya mendukung free software tapi saya meragukannya karena siapa bisa pegang omongan politikus  
Menurut ketua dewan TIK, akan dilakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah salah satu pentolan Microsoft pusat datang menemui SBY, dia langsung diajak masuk ke dewan tersebut. Saya baca-baca sekilas siapa-siapa saja anggotanya kok tidak melihat penggiat free software ada diantaranya. Yang ada paling pejabat-pejabat yang sepertinya mendukung free software tapi saya meragukannya karena siapa bisa pegang omongan politikus <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Menurut ketua dewan TIK, akan dilakukan pelegalan software2 yang dipakai pemerintah. Untuk Ristek dan PTN akan dikembangkan IGOS (ini OS atau apa?) sedangkan diluar itu akan dibicarakan dengan pemilik Hak Intelektual (dalam hal ini pasti MS).</p>
<p>Sepertinya kesempatan free software masuk ke pemerintah semakin kecil, tetapi bisa dimengerti manakala kita bayangkan kalau pejabat pemerintah yang menggunakan free software pasti tidak dapat persenan dari pemakaian software, jadi mereka pasti anti <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Atau saya ketinggalan info?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hansen.alfansa.org/2006/11/17/dewan-tik-microsoft/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia dan Open Standards</title>
		<link>http://hansen.alfansa.org/2006/06/05/indonesia-dan-open-standards/</link>
		<comments>http://hansen.alfansa.org/2006/06/05/indonesia-dan-open-standards/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jun 2006 11:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hansen</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT world]]></category>

		<category><![CDATA[free software world]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hansen.alfansa.org/2006/06/05/indonesia-dan-open-standards/</guid>
		<description><![CDATA[Sebetulnya Indonesia sudah punya IGOS, tetapi gaungnya tidak terlalu terdengar. Seperti yang menristek bilang implementasi IGOS cenderung lambat atau bahkan masih sekedar lip service. Apakah perlu adanya peraturan yang lebih kuat untuk implentasi tersebut? Mungkin akan banyak pihak yang tidak setuju, terutama dari vendor propertiary software. Dan mungkin ada benarnya juga karena hal itu tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebetulnya Indonesia sudah punya IGOS, tetapi gaungnya tidak terlalu terdengar. Seperti yang <a title="Diskusi di detikINET" href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/06/tgl/01/time/133022/idnews/607049/idkanal/398">menristek bilang</a> implementasi IGOS cenderung lambat atau bahkan masih sekedar <em>lip service. </em>Apakah perlu adanya peraturan yang lebih kuat untuk implentasi tersebut? Mungkin akan banyak pihak yang tidak setuju, terutama dari vendor <em>propertiary software</em>. Dan mungkin ada benarnya juga karena hal itu tidak memberikan kesempatan yang sama kepada semua pihak.</p>
<p>Ada jalan lain sebenarnya, seperti yang sedang diproses oleh pemerintah/parlemen Denmark untuk <a title="Denmark's Resolution on Open Standards" href="http://www.groklaw.net/article.php?story=20060602210610876">menerapkan</a> <em>open standard</em> terhadap software-software yang dipakai untuk keperluan publik. Dengan cara seperti ini vendor <em>propertiary</em> tidak bisa menghindar untuk mengadopsi <span style="font-style: italic">open standard</span>. Kalau <em>open standard</em> sudah diterapkan, maka pengguna bisa lebih leluasa menentukan software yang akan dipakai, tidak tergantung pada satu vendor saja.</p>
<p>Tentu kita bisa berdebat bahwa dokumen yang dibuat dengan Words sekarang bisa dibuka dengan OpenOffice.org, jadi tidak perlu lagi hal semacam itu. Untuk saat ini memang benar, tetapi untuk versi Words selanjutnya yang memakai format baru akankah OpenOffice.org bisa mendukung? Hal ini bukan masalah teknis, lebih ke masalah legal karena akan ada perdebatan hukum tentang legalkah kalau OpenOffice.org dan word processor yang lain mendukung format baru Words.</p>
<p>Jadi, saya mengharapkan agar pemerintah kita bisa sebanyak mungkin menggunakan <em>open standard</em> agar ke depan kita tidak terlalu bergantung kepada vendor tertentu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hansen.alfansa.org/2006/06/05/indonesia-dan-open-standards/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Demo ala RMS (FSF Founder)</title>
		<link>http://hansen.alfansa.org/2006/05/01/demo-ala-rms/</link>
		<comments>http://hansen.alfansa.org/2006/05/01/demo-ala-rms/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 May 2006 09:45:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hansen</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT world]]></category>

		<category><![CDATA[free software world]]></category>

		<category><![CDATA[social and politic world]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hansen.alfansa.org/2006/05/01/demo-ala-rms/</guid>
		<description><![CDATA[RMS melakukan demonstrasi dan demonya sangat kontras jika dibandingkan dengan demo-demo yang ada di Indonesia. Dari artikel di fsf ini kita bisa lihat bagaimana gaya dia dalam memprotes sesuatu dengan cara-cara yang elegan. Cukup dengan membawa kertas putih bertuliskan sesuatu yang dimaksud dan membagi-bagikan selebaran yang sama isinya ke peserta seminar, dia cukup mendapatkan perhatian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>RMS melakukan demonstrasi dan demonya sangat kontras jika dibandingkan dengan demo-demo yang ada di Indonesia. Dari <a title="Protest against ATI nearly led to the arrest of RMS" target="_blank" href="http://www.fsf.org/blogs/community/rms-ati-protest.html">artikel di fsf ini</a> kita bisa lihat bagaimana gaya dia dalam memprotes sesuatu dengan cara-cara yang elegan. Cukup dengan membawa kertas putih bertuliskan sesuatu yang dimaksud dan membagi-bagikan selebaran yang sama isinya ke peserta seminar, dia cukup mendapatkan perhatian yang diperlukan untuk menyampaikan maksudnya. Tidak perlu berteriak-teriak, tidak perlu berorasi sampai mulut berbusa, tidak perlu mengerahkan massa (yang kadang kita harus mengeluarkan duit untuk mendapatkannya), cukup berdiri sembil memegangi pamflet dan mendengarkan seminar.<span id="more-3"></span>Kita belum bahas isi protesnya, kita bahas dulu caranya. Cara yang dia lakukan cukup elegan dan legal. Dari beberapa komentar di internet, cara-cara dia termasuk legal, pasif, noninstrusif tapi cukup efektif. Bisakah cara-cara seperti itu dilakukan di Indonesia? Tentu saja bisa tetapi tingkat kefektifannya akan sangat kecil, mengingat target protes kita yang lebih banyak bebalnya <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> Tapi menarik juga apabila ada seseorang yang high profile (anggota DPR misalnya) yang memegang pamflet &#8216;Turunkan gaji anggota DPR&#8217; sambil menyimak jalannya sidang paripurna DPR. Tentu stasiun TV akan selalu menyorotnya <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apa dan siapa yang menjadi target protes RMS? tentu saja propertiary software dan vendornya, kali ini ATI yang salah satu chief architecture-nya memberikan seminar di MIT. Seperti kita tahu, ATI tidak mengeluarkan dokumentasi yang diperlukan free software developer untuk membuat driver yang mengoptimalkan video card untuk hardware-hardware barunya, apalagi meng-free software-kan graphics driver-nya. Vendor hardware seperti ini yang akan selalu membuat kita pengguna komputer akan terbatasi untuk mengoptimalkan hardware yang kita beli (dalam hal video driver, saingan ATI yaitu NVidia sikapnya sebelas dua belas).</p>
<p>Untuk sekedar referensi, buat yang ingin beli video card yang drivernya support hardware acceleration dan free software bisa dilihat di <a title="X.Org Manual pages: Section 4" target="_blank" href="http://ftp.x.org/pub/X11R7.0/doc/html/manindex4.html">situsnya X server</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hansen.alfansa.org/2006/05/01/demo-ala-rms/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Miss Ara</title>
		<link>http://hansen.alfansa.org/2005/10/07/miss-ara/</link>
		<comments>http://hansen.alfansa.org/2005/10/07/miss-ara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2005 09:16:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hansen</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[family world]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hansen.alfansa.org/?p=2</guid>
		<description><![CDATA[Ugh.., almost 1 month we seperated, miss her so much 

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ugh.., almost 1 month we seperated, miss her so much <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /><br />
<img src='/wp-content/arafrvera01.2.jpg' alt="Ara at Rika's home" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hansen.alfansa.org/2005/10/07/miss-ara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
