Apr 152011
 

Ingin menginstall sistem operasi (SO) GNU/Linux di banyak komputer sekaligus? Malas install satu persatu? Mesin virtual bisa diminta bantuannya!

SO GNU/Linux dua-satu tahun terakhir ini lebih mudah dipindah-tempatkan. Install di satu komputer dan akan jalan juga bila dipindah ke komputer lain. Ini memudahkan kita bila ingin menginstal banyak SO sekaligus. Install di satu tempat, baru nanti kita distribusikan ke komputer lain. Menginstall satu-satu? Tidak perlu, kita install di satu hard disk dan kita bisa duplikasi. Cara duplikasinya macam-macam, bisa memakai partimage, dd, ddrescue dan aplikasi lain yang pada dasarnya menduplikasi (partisi) hard disk. Partimage menduplikasi partisi, sedang dd dan ddrescue menduplikasi hard disk.

Lalu apa kaitannya dengan mesin virtual? Kita bisa install SO baru di mesin virtual dan hard disk virtual-nya bisa duplikasi ke hard disk beneran! dd dan ddrescue akan meng-copy data pada level blok. Bila kita punya hard disk 80GB ingin diduplikasi dengan dd/ddrescue maka 80GB itu yg di-copy, bukan data yang ada di hard disk (yg pasti lebih kecil dari kapasitas hard disk). Jadi kebayang berapa lama waktu dibutuhkan untuk duplikasinya, dan hard disk 80GB juga sudah mulai susah dicari 😉 Partimage bisa meng-copy datanya saja, tapi tidak kita bahas disini. Nah, kalau pakai mesin virtual kita bisa tentukan sekecil mungkin hard disk virtualnya dan nantinya kita duplikasi ke hard disk yang lebih besar, tinggal kita resize saja partisi hasil duplikasinya. Continue reading »

Jul 212009
 

Bila kita mempunyai dua atau lebih kartu jaringan, kadang udev atau mekanisme assigning kartu ke dev secara otomatis tidak seperti yang kita inginkan. Seperti contoh yang saya alami dengan centos, onboard kartu jaringan di-assign sebagai eth1 dan kartu jaringan tambahan sebagai eth0, sementara saya ingin onboard yang eth0. Nah, gimana cara ngerubah ini?

Untuk centos 5.3 yang masih menggunakan udev versi lama, maka ada beberapa file yang harus dirubah. Yang pertama adalah file /etc/modprobe.conf. Sebelumnya adalah:

[root@hb1 ~]# cat /etc/modprobe.conf 
alias eth0 3c59x
alias eth1 e100

e100 adalah driver untuk kartu jaringan onboard dan 3c59x adalah driver untuk kartu tambahan. Yang diinginkan onboar jadi eth0, maka kita rubah menjadi:

[root@hb1 ~]# cat /etc/modprobe.conf 
alias eth0 e100
alias eth1 3c59x

Selanjutnya adalah merubah file-file di /etc/sysconfig/network-scripts/ yaitu ifcfg-eth0 dan ifcfg-eth1 (kalau cuma 2 kartu). Pertama kita swap dulu nama kedua file tersebut dan kemudian adaptasikan perubahannya.

[root@hb1 ~]# cat /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0 
# Intel Corporation 82557/8/9/0/1 Ethernet Pro 100
DEVICE=eth0
BOOTPROTO=none
HWADDR=00:e0:18:25:20:dd
ONBOOT=yes
DHCP_HOSTNAME=hb1
TYPE=Ethernet
IPADDR=192.168.0.11
NETMASK=255.255.255.0
GATEWAY=192.168.0.1
USERCTL=no
IPV6INIT=no
PEERDNS=yes

Yang perlu dirubah paling DEVICE, IPADDR dan GATEWAY.

Untuk Fedora 10 keatas (dan turunannya serta Ubuntu yang baru serta turunannya) yang dilakukan lebih sederhana. TInggal rubah satu file saja yaitu file /etc/udev/rules.d/70-persisten-net.rules. Contoh yang satu kartu:

[hansen@hansen ~]$ cat /etc/udev/rules.d/70-persistent-net.rules

# This file was automatically generated by the /lib/udev/write_net_rules
# program run by the persistent-net-generator.rules rules file.
#
# You can modify it, as long as you keep each rule on a single line.

# Silicon Integrated Systems [SiS] SiS900 PCI Fast Ethernet (rule written by anaconda)
SUBSYSTEM=="net", ACTION=="add", DRIVERS=="?*", ATTR{address}=="00:19:21:6e:72:43", ATTR{type}=="1", KERNEL=="eth*", NAME="eth0"

Tinggal sesuaikan pada bagian ‘NAME=”eth0″‘.

Itu saja.

Update:
Ternyata centos mengambil setingan terakhir (eth1) sebagai default route, sementara saya menginginkan eth0 sebagai default route-nya. Untuk merubahnya, tambahkan nilai GATEWAY dari /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0 kedalam /etc/sysconfig/network dan hapus GATEWAY dari file /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0 dan /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth1

Apr 172009
 

Masih membutuhkan dosemu di GNU/Linux OS untuk menjalankan program-program DOS lama? Mulai Fedora 8 yang ter-update (juga Ubuntu dan variasinya dengan kernel yang baru) kernelnya, dosemu tidak mau dijalankan lagi. Pesan error kalau dijalankan via terminal adalah sebagai berikut:

LOMRAM mmap: Invalid argument
Segmentation fault

Hal ini disebabkan dosemu tidak bisa mengakses low memory yang dibutuhkannya. Kenapa pada kernel yang lama masih bisa jalan? Ternyata mulai kernel tertentu yang lebih baru akses ke low memory diproteksi. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan masalah sekuritas dimasa datang yang mengeksploitasi low memory ini.

Dimana file yang mengatur proteksi ini? Untuk mengecek apakah low memory diproteksi atau tidak silahkan lihat file /proc/sys/vm/mmap_min_addr, misalkan dengan perintah cat. Kalau hasilnya 65536 berarti low memory diproteksi, kalau 0 berarti tidak. Dengan merubah isi file ini menjadi 0 sudah bisa menjalankan dosemu kembali, tetapi setiap menghidupkan komputer file ini akan berisi 65536 kembali. Bagaimana caranya supaya perubahan menjadi permanen?

Untuk fedora tambahkan baris berikut:

vm.mmap_min_addr = 0

pada file /etc/sysctl.conf

Begitu saja, dan pada saat menghidupkan komputer file /proc/sys/vm/mmap_min_addr akan berisi 0 terus dan dosemu akan bisa berjalan lancar. Untuk perubahan di Ubuntu dan turunannya bisa dilihat di blog-nya High-Tech Rojak

%d bloggers like this: