<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>cruel world &#187; virtual machine</title>
	<atom:link href="http://hansen.alfansa.org/tag/virtual-machine/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hansen.alfansa.org</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 Apr 2011 11:12:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Mesin virtual untuk duplikasi sistem operasi</title>
		<link>http://hansen.alfansa.org/2011/04/mesin-virtual-untuk-duplikasi/</link>
		<comments>http://hansen.alfansa.org/2011/04/mesin-virtual-untuk-duplikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Apr 2011 11:12:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hansen</dc:creator>
				<category><![CDATA[free software world]]></category>
		<category><![CDATA[IT world]]></category>
		<category><![CDATA[deployment]]></category>
		<category><![CDATA[fedora]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[virtual machine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hansen.alfansa.org/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Ingin menginstall sistem operasi (SO) GNU/Linux di banyak komputer sekaligus? Malas install satu persatu? Mesin virtual bisa diminta bantuannya! SO GNU/Linux dua-satu tahun terakhir ini lebih mudah dipindah-tempatkan. Install di satu komputer dan akan jalan juga bila dipindah ke komputer lain. Ini memudahkan kita bila ingin menginstal banyak SO sekaligus. Install di satu tempat, baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ingin menginstall sistem operasi (SO) GNU/Linux di banyak komputer sekaligus? Malas install satu persatu? Mesin virtual bisa diminta bantuannya!</p>
<p>SO GNU/Linux dua-satu tahun terakhir ini lebih mudah dipindah-tempatkan. Install di satu komputer dan akan jalan juga bila dipindah ke komputer lain. Ini memudahkan kita bila ingin menginstal banyak SO sekaligus. Install di satu tempat, baru nanti kita distribusikan ke komputer lain. Menginstall satu-satu? Tidak perlu, kita install di satu hard disk dan kita bisa duplikasi. Cara duplikasinya macam-macam, bisa memakai <a title="Partimage" href="http://www.partimage.org/Main_Page" target="_blank">partimage</a>, <a title="GNU Coreutils" href="http://www.gnu.org/software/coreutils/" target="_blank">dd</a>, <a title="ddrescue" href="http://www.gnu.org/software/ddrescue/ddrescue.html" target="_blank">ddrescue</a> dan aplikasi lain yang pada dasarnya menduplikasi (partisi) hard disk. Partimage menduplikasi partisi, sedang dd dan ddrescue menduplikasi hard disk.</p>
<p>Lalu apa kaitannya dengan mesin virtual? Kita bisa install SO baru di mesin virtual dan hard disk virtual-nya bisa duplikasi ke hard disk beneran! dd dan ddrescue akan meng-copy data pada level blok. Bila kita punya hard disk 80GB ingin diduplikasi dengan dd/ddrescue maka 80GB itu yg di-copy, bukan data yang ada di hard disk (yg pasti lebih kecil dari kapasitas hard disk). Jadi kebayang berapa lama waktu dibutuhkan untuk duplikasinya, dan hard disk 80GB juga sudah mulai susah dicari <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' />  Partimage bisa meng-copy datanya saja, tapi tidak kita bahas disini. Nah, kalau pakai mesin virtual kita bisa tentukan sekecil mungkin hard disk virtualnya dan nantinya kita duplikasi ke hard disk yang lebih besar, tinggal kita resize saja partisi hasil duplikasinya. <span id="more-99"></span></p>
<p>Nah, berikut ini adalah prosesnya:</p>
<ul>
<li>Bikin mesin virtual baru, saya memakai qemu untuk hal ini. Jangan lupa tipe hard disk virtualnya adalah raw, besarnya saya buat 10GB saja, segini sudah cukup untuk SO beserta aplikasi-aplikasinya. Ini penting, karena tipe raw ini yang bisa diduplikasi langsung dengan dd dan ddrescue</li>
<li>Install SO GNU/Linux-nya, saya memakai Fedora 14, untuk distro lain mungkin perlu ada penyesuaian pada perintah-perintah selanjutnya. Untuk susunan partisi saya buat dua partisi, satu partisi ext4 400MB untuk /boot dan sisanya LVM yang berisi ext4 8GB untuk / (root), satu partisi swap sebesar 1GB dan ext4 sisanya untuk /home. Nanti setelah diduplikasi ke hard disk beneran kita besarkan lagi partisi untuk / (root) dan /home. Kenapa pakai LVM? Ini akan memudahkan kita untuk me-resize partisi-partisi tersebut</li>
<li>Setelah diinstall personalisasi SO-nya bila perlu. Misal mematikan dan/atau menghidupkan servis-servis tertentu. Demikian juga personalisasi aplikasi autorun-nya. Setelah SO sesuai kebutuhan saatnya kita duplikasi</li>
<li>Pasang hard disk target dan gunakan ddrescue sebagai user root untuk duplikasinya (dd bisa juga)
<pre># ddrescue -v /folder-vm/os-mst.img /dev/sdb</pre>
<p>Perintah diatas mengandaikan nama hard disk virtualnya adalah os-mst.img ada di folder folder-vm dan hard disk targetnya dikenali sebagai /dev.sdb</li>
<li>Karena hard disk virtual biasanya lebih kecil dari hard disk target, maka kita resize partisi LVM di hard disk target dengan menggunakan fdisk atau sfdisk. Cukup delete partisi LVM dan bikin baru dengan menggunakan seluruh kapasitas tersisa hard disk target.</li>
<li>Selanjutnya kita perbesar volume group dan logical volume LVM untuk memperbesar partisi / (root) dan /home
<pre># pvresize /dev/sdb2
# vgchange -a y vg_mst
# lvextend -L +10G /dev/vg_mst/lv_root
# lvextend -l +631 /dev/vg_mst/lv_home</pre>
<p>pvresize untuk menggunakan seluruh partisi LVM yang baru, vgchange -a y digunakan untuk mengaktifkan volume group pada hard disk target dan lvextend digunakan untuk memperbesar partisi yang digunakan / (root) dan /home, disini opsi -L untuk tambahan dalam satuan byte dan -l untuk tambahan dalam satuan PE (physical extension). Info PE yang tersedia bisa dilihat dengan perintah vgdisplay</li>
<li>Setelah memperbesar LVM giliran file system untuk / (root) dan /home yang kita perbesar.
<pre># fsck -f /dev/vg_mst/lv_root
# resize2fs /dev/vg_mst/lv_root
# fsck -f /dev/vg_mst/lv_home
# resize2fs /dev/vg_mstlv_home</pre>
<p>resize2fs mensyaratkan &#8216;fsck -f&#8217; sebelum melakukan perubahan ukuran file system</li>
<li>Kemudian saya rubah nama volume group dari hasil duplikasi, hal ini opsional supaya tidak bentrok manakala kita menggabungkan beberapa hard disk hasil duplikasi. Opsi ini juga memerlukan langkah-langkah selanjutnya. Kalau tidak maka hasil duplikasi kita sudah jadi, tinggal colok ke komputer lain!
<pre># vgrename vg_mst vg_dup1</pre>
</li>
<li>Perubahan nama volume group memerlukan penyesuaian setingan untuk bootingnya. Yang pertama adalah perubahan pada grub.conf. Ganti semua kata vg_mst dengan vg_dup1, demikian juga untuk file fstab.</li>
<li>Yang ini opsional juga, perubahan nama hostname, untuk fedora cukup rubah nama di file /etc/sysconfig/network</li>
</ul>
<p>Sudah siap, tinggal bikin sebanyak-banyaknya dan pasang di komputer sebanyak-banyaknya <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' />  Perkiraan waktu duplikasi untuk satu target sekitar 30 menit sampai 1 jam. Jadi sehari kita bisa lah meng-GNU/Linux-kan sampai 10 <img src='http://hansen.alfansa.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hansen.alfansa.org/2011/04/mesin-virtual-untuk-duplikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Seri HA 0] Kloning Sistem</title>
		<link>http://hansen.alfansa.org/2009/02/seri-ha-0-kloning-sistem/</link>
		<comments>http://hansen.alfansa.org/2009/02/seri-ha-0-kloning-sistem/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 07:16:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hansen</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT world]]></category>
		<category><![CDATA[HA]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>
		<category><![CDATA[virtual machine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hansen.alfansa.org/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Apa hubungannya HA (High Availability) dengan kloning sistem? He.. he.. he.., saya ingin memasang HA ini di mesin virtual dulu, semacam simulasi dulu lah, baru nanti pasang di mesin sebenarnya. Ada beberapa catatan untuk mengkloning sistem di mesin virtual ini, dan ada yang berlaku juga apabila kita ingin menginstal sistem operasi dengan cara menyalin partisi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa hubungannya HA (High Availability) dengan kloning sistem? He.. he.. he.., saya ingin memasang HA ini di mesin virtual dulu, semacam simulasi dulu lah, baru nanti pasang di mesin sebenarnya. Ada beberapa catatan untuk mengkloning sistem di mesin virtual ini, dan ada yang berlaku juga apabila kita ingin menginstal sistem operasi dengan cara menyalin partisi. Mesin virtual yang digunakan adalah VirtualBox keluaran SUN. Ingin mencoba juga dengan qemu, tapi itu nanti dulu lah.</p>
<p>Kita mulai dengan membuat mesin virtual di VirtualBox dan menginstall sistem operasi, yang saya gunakan disini adalah Fedora 10. Setelah lengkap software-software yang terinstall, kita kloning hardisk virtualnya untuk dipakai di mesin virtual kedua. VirtualBox sebenarnya menyediakan alat untuk mengkloning hardisk virtual, perintahnya:</p>
<pre>[hansen@hansen ~]$ VBoxManage clonehd HB1.vdi HB2.vdi</pre>
<p>Tapi sayangnya hasil kloning dengan cara seperti itu menghasilkan hardisk virtual yang korup dan belum bisa dipakai (<a title="clonehd/clonevdi creating corrupted clones of VDI image" href="http://www.virtualbox.org/ticket/2813" target="_blank">tiket 2813</a>) dan berdasarkan tiket diatas bug tersebut sudah diperbaiki untuk rilis selanjutnya. Tetapi untungnya ada solusi yang dituliskan di komentar bug diatas. Kopi saja virtual hardisk yang sudah terinstall lengkap dan rubah uuid dari virtual hardisk hasil kopian dengan perintah:</p>
<pre>[hansen@hansen ~]$ VBoxManage internalcommands sethduuid HB2.vdi</pre>
<p>Mengapa semua perintah diatas diperlukan? Karena hardisk virtual mempunyai uuid unik untuk tiap filenya dan VirtualBox tidak bisa memakai hardisk virtual yang mempunyai uuid sama. Setelah beres, hardisk virtual kedua siap dipasang untuk mesin virtual kedua. Nyalakan mesin virtual kedua dan ternyata ada beberapa pernak-pernik kecil yang masih perlu dibenahi didalam sistemnya. Pembenahan ini bisa dilakukan juga untuk penginstallan sistem operasi dengan cara menyalin partisi hardisk.</p>
<p>Yang penting untuk dirubah: host key dari ssh server. Sistem hasil kloning akan mempunyai host key ssh server sama persis dengan master-nya. Hal ini harus dirubah demi keamanan dan host key ssh server tidak boleh sama untuk setiap mesin. Caranya ternyata gampang, di generate ulang. Fedora (atau ssh server) akan membuat host key saat pertama kali dijalankan. Nah dimana file-file host key tersebut? File-file tersebut berada di /etc/ssh/</p>
<pre>[hansen@hansen ~]$ ll /etc/ssh/
total 160
-rw------- 1 root root 125811 2008-10-17 15:44 moduli
-rw-r--r-- 1 root root   1964 2008-10-17 15:44 ssh_config
-rw------- 1 root root   3711 2008-10-17 15:44 sshd_config
-rw------- 1 root root    668 2008-08-21 14:52 ssh_host_dsa_key
-rw-r--r-- 1 root root    590 2008-08-21 14:52 ssh_host_dsa_key.pub
-rw------- 1 root root    963 2008-08-21 14:52 ssh_host_key
-rw-r--r-- 1 root root    627 2008-08-21 14:52 ssh_host_key.pub
-rw------- 1 root root   1675 2008-08-21 14:52 ssh_host_rsa_key
-rw-r--r-- 1 root root    382 2008-08-21 14:52 ssh_host_rsa_key.pub</pre>
<p>File-file yang di generate adalah ssh_host* Jadi hapus saja file-file tersebut agar nanti waktu ssh server dijalankan akan men-generate lagi. Sebelum menghapus matikan dulu service sshd dengan perintah &#8216;service sshd stop&#8217;, setelah itu hapus file ssh_host* tersebut dan jalankan lagi service sshdnya. Viola, akan ada file ssh_host* yang baru dan berbeda dengan ssh_host* dari master.</p>
<p>Yang tidak terlalu penting tapi menggelitik saja: kartu jaringan mesin virtual kedua penomorannya tidak dimulai dari 0 (eth0). Kenapa begitu? Fedora (udev tepatnya) ternyata merekan penomoran kartu jaringan yang dikaitkan dengan MAC address suatu kartu jaringa. Jadi praktis nomor 0 adalah milik kartu jaringan pertama dari master (no seterusnya juga kalau di master ada lebih dari satu kartu jaringan). Kapan dan dimana rekamannya? Saat pertama kali boot dan tertulis di file 70-persisten-net.rules di folder /etc/udev/rules.d Coba kita lihat isi file tersebut:</p>
<pre>[hansen@hansen ~]$ cat /etc/udev/rules.d/70-persistent-net.rules

# This file was automatically generated by the /lib/udev/write_net_rules
# program run by the persistent-net-generator.rules rules file.
#
# You can modify it, as long as you keep each rule on a single line.

# Silicon Integrated Systems [SiS] SiS900 PCI Fast Ethernet (rule written by anaconda)
SUBSYSTEM=="net", ACTION=="add", DRIVERS=="?*", ATTR{address}=="00:19:21:6e:72:43", ATTR{type}=="1", KERNEL=="eth*", NAME="eth0"</pre>
<p>Dua baris terakhir adalah rekaman tersebut, jadi hapus saja kedua baris terakhir dan boot ulang (ugh.. kenapa harus boot ulang? Mungkin resart service-nya udev bisa juga, belum coba)</p>
<p>Nah dua mesin virtual sudah siap untuk di-setup sebagai HA! Lanjut ke seri 1.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hansen.alfansa.org/2009/02/seri-ha-0-kloning-sistem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

